Senin, 12 Maret 2018

Fakta Tentang Cacar Air Pada Anak

foto:teguhiw.me
Cacar air juga disebut varicella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Meskipun umum terjadi pada anak-anak dan bisa disembuhkan dengan mudah, tapi tak ada salahnya kita sebagai orang tahu tentang cacar air pada anak.  Beberapa tahun yang lalu, cacar air dianggap sebagai penyakit masa kanak-kanak yang tidak dapat dihindari. Namun, sekarang ini penyakit cacar air sudah mulai menurun frekuensinya, hal itu karena vaksin. 
Sekarang setiap anak Indonesia wajib mendapatkan vaksin yang bisa mencegah cacar air ini. Walaupun begitu, setiap orang tua harus tetap waspada terhadap penyakit ini. Nah, berikut ini fakta tentang cacar air pada anak!
Ruam merah gatal adalah gejala cacar air
Cacar air pada anak ditandai dengan hadirnya ruam merah yang sangat gatal, biasanya dimulai pada wajah sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Lepuhan bisa muncul dimana saja, termasuk di mulut, kelopak mata, dan area genital. Ruam cacar air berkembang dari benjolan merah ke lepuhan berisi cairan hingga keropeng. Gejala lain dari penyakit ini meliputi demam, sakit kepala, dan kelelahan. Penderita cenderung sakit selama lima sampai sepuluh hari.
Sangat menular
Cacar air bisa menyebar dengan mudah melalui udara saat seseorang batuk atau bersin. Bisa juga disebarkan dengan menyentuh cairan dari lepuhan cacar air. Seseorang dengan cacar air menular dari satu sampai dua hari sebelum ia mendapat ruam sampai semua lepuhan cacar airnya telah terbentuk. Jika terkena virus varicella zoster, dibutuhkan antara 10 sampai 21 hari untuk mengembangkan cacar air. Jika anak Anda terkena cacar air, dia harus tinggal berada di rumah sampai ruam benar-benar berkerak, yang biasanya terjadi sekitar hari keenam atau tujuh dari ruam. Selain itu, jauhkan dia dari anak-anak lain yang belum terkena cacar air atau yang belum divaksinasi.
Cacar air biasanya ringan tapi bisa sangat serius
Bagi kebanyakan anak yang sehat, cacar air, dengan ruam gatal, demam, lebih merupakan gangguan daripada bahaya. Dalam beberapa kasus, cacar air dapat menyebabkan komplikasi serius seperti dehidrasi, pneumonia, masalah perdarahan, ensefalitis (pembengkakan otak), infeksi kulit bakteri, sindrom kejutan toksik, dan infeksi tulang dan sendi. Kelompok tertentu, termasuk bayi, remaja, orang dewasa, wanita hamil, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah karena penyakit atau obat-obatan, berisiko tinggi mengalami komplikasi akibat cacar air. Tapi, bahkan anak-anak dan orang dewasa yang sehat pun bisa menjadi sakit parah.

Tidak ada komentar:
Write komentar