Senin, 19 September 2016

Fakta-fakta dibalik mitos tentang Gula

Fakta-fakta dibalik mitos tentang Gula merupakan postingan yang akan kami bagikan kali ini, dikutip dari detik.com Gula tidak jarang dinamakan sbg penyebab mutlak obesitas. Tetapi, juga dapat lantaran anggapan keliru soal mengonsumsi gula.
Ketakutan dapat kenaikan kadar gula darah menciptakan orang berubah ke pemanis alami. Namun pemanis inipun belum pasti menyehatkan.
Website delish.com (16/9/16), menyebut sekian banyak anggapan ternama soal gula yg tetap diakui warga sampai saat ini.

Fakta-fakta dibalik mitos tentang Gula
Fakta-fakta dibalik mitos tentang Gula
1. Gula ialah racun

Menurut profesor nutrisi dari New York University, Marion Nestle, PhD, dalam editorial di jurnal medis JAMA Medicine, sangat banyak perusahaan makanan yg sengaja memanipulasi penelitian guna menguntungkan perusahaan. Dia menyampaikan bahwa gula bukanlah satu faktor yg mesti ditakuti."Saya menyukai gula & jangan sampai khawatir sewaktu tetap dimakan dalam batas yg wajar," ujarnya. Tepat himbauan dari FDA sebaiknya tak mengkonsumsi lebih dari 50 gr atau 12,5 sendok teh gula per harinya, atau setara bersama satu botol soda 500 ml.

2. Gula penyebab penyakit & bikin gemuk

Bukan gula yg menjadi masalah waktu konsumsi makanan manis. Tetapi sejumlah kalori yg ditambahkan terhadap product oleh biasanya industri makanan.
Dengan Cara alami, beberapa orang gemar makanan tinggi kalori & manis. Celakanya, kalori yg diasup dari makanan manis tidak mau menciptakan kenyang maka menciptakan Kamu mengonsumsinya dgn jumlah berlebih. Faktor ini menjadi penyebab kesusahan buat menjaga berat tubuh.

3. Pemanis alami tambah baik dari gula buatan

Menurut Marion Nestle, seluruh gula termasuk juga gula alami seperti agave, madu, & sirup maple berefek sama terhadap badan seperti gula putih atau sirup jagung tinggi fruktosa.
Penelitian paling baru mengaitkan fruktosa (gula buah) dgn perubahan hormon yg sanggup menyebabkan orang makan dengan cara berlebihan, maka susah utk mengontrol berat tubuh. Akibatnya timbul masalah kesehatan.

4. Gula berbahaya utk peminum soda

Tatkala dimakan dalam batas wajar, soda tidak butuh dihindari. Minuman soda adalah salah satu sumber mutlak gula dalam pola makan penduduk Amerika Serikat. Minum satu botol soda (500 ml) lumayan buat memenuhi keperluan gula harian. Dibalik itu, soda bukanlah satu-satunya minuman yg tinggi gula. Masihlah ada cocktail, granola, yogurt, atau kue yang lain pula mengandung gula lebih tidak sedikit di bandingkan permen.

5. Minuman bebas gula lebih sehat

Minuman bebas gula memanfaatkan pemanis buatan bebas kalori utk mengurangi jumlah kalori terhadap product. Walau orang yg dalam acara penurunan berat tubuh condong pilih minuman bebas gula, kepada nyata-nyatanya menurut label tersebut tak memberikan efek apapun kepada penurunan berat tubuh.
Terkecuali itu, gula pun lebih aman dimakan. 'Saya lebih senang gula dibanding pemanis buatan dikarenakan kita tahu apa yg berlangsung kepada gula dalam badan, & apa yg berlangsung dgn pemanis buatan kurang terang," ungkapnya.

6. Jus buah tak termasuk juga minuman manis

Jus buah benar-benar sehat, mengenyangkan, & nikmat. Tapi glukosa ataupun fruktosa mengalami proses metabolis yg sama, tak peduli darimana berasal.
Jus buah mengandung tidak sedikit gula, yg cuma boleh dimakan dgn jumlah mungil. Sekalipun gula kepada jus buah sudah diimbangi bersama vitamin, mineral & serat

Tidak ada komentar:
Write komentar