Advertisement

Jumat, 27 Oktober 2017

Jenis-jenis Batik Parang di Indonesia



Batik Parang merupakan salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo).
Terdapat beberapa jenis batik parang, yaitu:
  1. Parang Rusak.
Motif ini merupakan motif batik sakral yang hanya digunakan di lingkungan kraton. Pada jaman dahulu, Parang Rusak biasanya digunakan prajurit setelah perang, untuk memberitahu Raja bahwa mereka telah memenangkan peperangan. Motif ini merupakan motif batik yang diciptakan Penembahan Senopati saat bertapa di Pantai Selatan. Motif batik ini terinspirasi dari ombak yang tidak pernah lelah menghantam karang pantai. Motif ini melambangkan manusia yang internal melawan kejahatan dengan mengendalikan keinginan mereka sehingga mereka bijaksana, watak mulia karakter yang akan menang. Akhirnya, ia menamai tempat bertapanya dengan pereng yang kemudian berubah menjadi parang. Di salah satu tempat bertapa tersebut, ada bagian yang terdiri dari tebing-tebing atau pereng yang rusak karena terkikis deburan ombak laut selatan, sehingga lahirlah ilham untuk menciptakan motif batik yang kemudian diberi nama Parang Rusak
  1. Parang Barong.
Motif batik ini berasal dari kata “batu karang” dan “barong” (singa). Parang Barong merupakan parang yang paling besar dan agung, dan karena kesakralan filosofinya motif ini hanya boleh digunakan untuk Raja, terutama dikenakan pada saat ritual keagamaan dan meditasi. Motif Parang Rusak Barong ini merupakan induk dari semua motif parang.  Motif ini merupakan motif yang mempunyai ukuran yang lebih besar dari parang rusak, yang diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma. Motif ini memiliki makna pengendalian diri dalam dinamika usaha yang terus-menerus, kebijaksanaan dalam gerak, dan kehati-hatian dalam bertindak.
  1. Parang Klitik.
 Motif ini merupakan pola parang dengan stilasi yang halus. ukurannya pun lebih kecil dan juga menggambarkan citra feminim, Motif ini melambangkan kelemah-lembutan, perilaku halus dan bijaksana. Biasanya digunakan oleh para puteri raja.

4.    Parang Slobog.
Motif ini melambangkan keteguhan, ketelitian dan kesabaran, dan biasanya digunakan dalam upacara pelantikan. Motif ini mempunyai makna harapan agar pemimpin yang dilantik dapat mengemban dan menjalankan tugasnya dengan amanah disertai kebijaksanaan dalam diri. Motif ini dulu dipakai pada upacara pelantikan para pejabat pemerintahan, karena melambangkan harapan agar para pejabat selalu diberi petunjuk dan kelancaran dalam menjalankan semua tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Selain untuk pelantikan pejabat, Slobokan atau parang Slobog hanya boleh dikenakan dalam acara pemakaman saja. Hal ini merupakan simbolisasi harapan agar arwah yang meninggal mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan menghadap Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan keluarga yang ditingalkan juga diberi kesabaran dalam menerima cobaan kehilangan salah satu keluarganya.

5.    Parang Tuding
Tuding berarti menunjuk. Motif ini memiliki makna bahwa orang yang memakai diharapkan dapat menunjukkkan hal-hal yang baik dan menimbulkan kebaikan. Biasa digunakan oleh orang tua.

6.    Parang Curigo
Curigo dalam bahasa Jawa berarti keris. Ciri khas dari pola ini yakni ragam hias yang disusun sejajar dengan sudut 45 derajat. Kemudian selalu ada ragam hias berbentuk belah ketupat yang juga sejajar dengan ragam hias utama pola parang, ragam hias ini disebut sebagai mlinjon.
Selain keenam batik ini, masih banyak jenis-jenis motif batik parang yang sudah menyebar di Indonesia. seperti batik Parang Pamor, batik Parang Srimpi, batik Parang Chantel dan masih banyak lagi. Anda bisa cek narasumber artikel batik parang dengan klik link ini untuk lebih lengkapnya.

Jumat, 20 Oktober 2017

2 Resep Kue Tanpa Oven yang Lezat Mudah Dibuat


ilustrasi foto:indirania.com


Momen spesial seperti ulang tahun, khajatan, arisan atau acara lainnya membuat Anda harus menyajikan makanan khusus. Karena dihadiri banyak orang, maka haruslah makanan yang lezat. Tapi, bagaimana bila peralatannya terbatas dan tidak ada oven. Tak usah khawatir kalau itu masalahnya, karena banyak resep kue tanpa oven yang mudah pembuatannya. Cukup memanfaatkan peralatan sederhana, Anda sudah mendapatkan kue terbaik dengan rasa ajiib.
Mungkin banyak diantara kalian yang belum tahu apa saja resep kue tanpa oven yang bisa disuguhkan untuk acara spesial. Semua resep dapat dipelajari dengan mudah, ikuti saja step by step jangan ragu. Jika ingin belajar membuat kue yang enak tanpa menggunakan oven, Anda bisa menyimak ulasan kami berikut ini!

Resep Kue Rainbow Crispy Treats
Bahan-bahan yang disiapkan :
·         3 sdm margarine
·         1 sdt vanilla
·         200 g marsmallow
·         300 g sereal tawar
·         100 g meses warna-warni

Proses Pembuatan :
·         Langkah pertama, siapkan panci dan lelehkan margarin dan masukkan marsmallow. Aduk sampai rata menggunakan api kecil.
·         Tambahkan vanilla, lalu sereal dan asuk sampai berbaur rata.
·         Masukkan meses, aduk sampai rata. etelah itu, matikan kompor.
·         Siapkan loyang persegi panjang berukuran 28x10x4, lapis dengan plastik. Kemudian, tuangkan adonan ke loyang dan taburkan meses.
·         Simpan adonan di kulkas selama 30 menit. Lalu sajikan!

·         Kue Tanpa Oven, Bola-Bola Susu Keju Goreng

Bahan-bahan yang disiapkan :
·         150 g margarine
·         150 g tepung terigu
·         4 butir telur
·         3 sdm keju parut
·         1 sdt baking powder
·         1 sdt garam halus
·         250 ml air
·         Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
·         Gula halus secukupnya

Proses Pembuatan :
·         Masak air dalam panci, setelah airnya panas, masukkan margarine dan garam secara bergantian. Lalu, rebus sampai mendidih.
·         Tambahkan tepung terigu dan aduk adonan sampai kalis. Angkat adonan, taruh dalam wadah besar. Selanjutnya masukkan baking powder.
·         Masukkan telur, lalu aduk sampai merata. Tambahkan pula keju parut dan aduk sampai bahan berbaur sempurna.
·         Panaskan minyak, sembari membentu adonan menjadi bola-bola. Goreng bola-bola sampai mengambang atau matang.
·         Jika sudah matang, angkat dan tiriskan minyaknya. Beri taburan gula halus dan sajikan.
Demikianlah dua resep kue tanpa oven yang mudah pembuatannya. Tunggu apalagi, segeralah membuatnya dan suguhkan kepada tamu-tamu spesial Anda.